Pendis (Pendidikan Diniyah) di Maluku Tengah memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan perkembangan pendidikan Islam di wilayah tersebut. Secara umum, Pendis di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan diniyah dan mengintegrasikannya dengan sistem pendidikan nasional.
Sejarah Pendis di Maluku Tengah:
- Awal Pendidikan Islam: Pendidikan Islam di Maluku Tengah mulai berkembang sejak masuknya Islam ke wilayah ini, sekitar abad ke-15. Para ulama dan pendakwah dari berbagai daerah, termasuk dari Jawa dan Sumatera, berperan penting dalam penyebaran ajaran Islam dan pendidikan.
- Munculnya Pesantren: Seiring berjalannya waktu, berbagai pesantren dan madrasah mulai didirikan untuk mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat. Ini menjadi fondasi bagi pendidikan diniyah yang lebih terstruktur di daerah tersebut.
- Kebangkitan Pendidikan Diniyah: Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial mulai memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan. Meskipun lebih banyak terfokus pada pendidikan umum, banyak ulama yang tetap mengedepankan pendidikan diniyah di tengah masyarakat.
- Reformasi Pendidikan: Setelah reformasi 1998, pendidikan diniyah mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari pemerintah, termasuk di Maluku Tengah. Program-program pendis yang lebih sistematis dan terintegrasi dengan kurikulum nasional diperkenalkan.
- Pengembangan Kurikulum dan Pelatihan: Di tahun-tahun terakhir, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan diniyah dan memberikan pelatihan kepada para pengajar, sehingga kualitas pendidikan di Maluku Tengah dapat ditingkatkan.